Belajar Cara Nabi Selesaikan Krisis Ekonomi Persiapan Hadapi Resesi 2023
Andika Pujangkoro
16 Oct 2022, 19:28
7 views
4 min baca
Dalam kondisi masyarakat mengalami krisis ekonomi begitu cepat sebagai akibat pandemi covid-19 dan isu adanya resesi 2023, ada baiknya kita mengambil pelajaran terhadap pengalaman Nabi di dalam memecahkan persoalan seperti ini.
Nabi Muhammad Saw bukanlah seorang tabib, bukan pula seorang apoteker. Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah Swt yang diutus untuk menyampaikan ajaran Allah dalam semua aspek kehidupan, baik untuk umat di zamannya maupun umat setelahnya.
Meskipun Rasulullah Saw tidak mengalami Pandemi Covid-19 dan ancaman resesi 2023 yang melanda manusia di seluruh dunia saat ini, tapi ada banyak contoh yang telah Rasulullah Saw ajarkan saat menghadapi kondisi tertentu.
Bisa dibayangkan, ketika Nabi resmi dilantik menjadi Nabi. Terutama ketika mendapatkan perintah untuk melakukan dakwah terbuka (al-dahwah al-jahr). Spontanitas dunia Arab melancarkan serangan bertubi-tubi kepada Nabi Muhammad dan keluarga serta para pengikutnya.
Salah satu gempuran kuat ialah embargo ekonomi yang ditujukan kepada Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib, suku yang melahirkan Nabi Muhammad. Mereka melarang makanan masuk ke Kota Mekah dan melarang melakukan jual beli sehingga Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib membeli barang-barang yang ada di luar Kota Mekah.
Akan tetapi, orang-orang Quraisy mencegatnya dan menaikkan harga barang hingga Bani Hasyim tidak mampu membelinya. Tekanan ekonomi itu membuat tokoh masyarakat Arab Quraisy untuk 'mengamputasi' Nabi Muhammad. Saat menyadari ancaman jiwa akan melayang, Nabi Muhammad bersama komunitasnya memilih untuk hijrah ke Yatsrib yang kemudian diubahnya menjadi Madinah.