- Pada anak – anak yang masih sekolah biasanya tidak menghabiskan waktu istirahat bersama dengan teman-temannya. Bahkan di luar jam sekolah, mereka cenderung sendiri.
- Saat di rumah, korban pengucilan tidak pernah membicarakan perihal teman-temannya, sehingga mereka lebih memilih diam dan berkutat dengan aktivitasnya sendiri.
Korban Bullying Sering Tak Sadar Bila Ditindas, Kenali Beberapa Jenis Penindasan Ini Dulu
Andika Pujangkoro
10 Nov 2018, 16:53
10 views
6 min baca
Bullying atau dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan penindasan marak di seantero dunia, pun dengan di Indonesia. Perilaku tercela ini biasanya ditemukan di sekolah-sekolah atau suatu kehidupan sosial. Ada banyak faktor yang membuat korban mendapatkan intimidasi dari orang disekitarnya, misalnya saja perbedaan pada kondisi fisik, ekonomi, hingga sesuatu yang menyangkut ras.
Tindak penindasan bisa berupa kekerasan, ancaman, atau paksaan. Apabila korban merasa sudah lemah dan tidak memiliki daya untuk melawan, maka orang-orang yang menindas tersebut acap kali terus melakukan perilaku yang tidak menyenangkan hingga korbannya benar-benar tidak berdaya. Kasus bullying di mana pun, khususnya di Indonesia kerap kali menimbulkan korban hingga meninggal dunia.
Tindakan ini perlu ditindak tegas dan dilakukan pengusutan secara teliti karena apabila dibiarkan justru akan menjadi kebiasaan dan melibatkan ketidak seimbangan kekuasaan sosial serta fisik. Penindasan juga masuk ke dalam ranah pelecehan, baik secara lisan yang berupa ancaman, maupun fisik atau paksaan yang diarahkan secara berulang-ulang kali.
Namun pem-bully-an ada yang dilakukan secara terang-terangan hingga korbannya merasa terintimidasi, ada pula yang tidak. Sebab memang bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, namun ada beberapa jenis yang perlu diketahui.
Penindasan fisik
Bullying secara fisik paling mudah dikenali. Cirinya yang tampak yakni memukul, mendorong, menjambak, melempari benda-benda kepada korban, dan kekerasan apapun yang menyakiti fisik.
Korban bullying terkadang tidak mudah melaporkan apa yang dialaminya, sekalipun kepada orang terdekat. Mereka cenderung menyimpan sendiri rasa sakit tubuh dan psikisnya karena tentu mendapat ancaman dari para penindas.
Maka dari itu, untuk mengetahui hal ini terjadi pada orang yang disayangi, cobalah untuk lihat luka-luka pada tubuhnya yang muncul tanpa alasan dan sebab yang jelas. Mereka biasanya tidak serta mengaku, melainkan mencari alasan lain, seperti jatuh atau tidak sengaja kepentok.
Ada pula akibat dari penindasan tersebut, para korban mengalami mual, sakit perut atau sakit kepala sebagai imbas dari kekerasan fisik yang dialaminya. Apabila hal ini mulai dialami oleh orang terdekat Anda, maka segeralah untuk memeriksakan diri pada dokter dan mengetahui dengan siapa serta bagaimana mereka bergaul.
Bullying secara fisik juga biasanya terjadi pada seseorang yang memiliki tubuh berbeda, misalnya lebih kecil atau besar. Maka dari itu, sebagai orang terdekat harus lebih mencurahkan perhatian secara ekstra.
Jika mereka takut untuk mengakuinya, maka ada baiknya untuk tanyakan soal teman – temanya, bagaimana hari – harinya, apakah memiliki keinginan untuk pindah ke tempat lain. Berusahalah pula untuk berkomunikasi dengan baik kepada pihak sekolah apabila menimpa putra dan putri Anda, seperti wali kelas dan tidak segan untuk menyertakan bukti atas tindak penindasan.
Pengucilan
Selain menyerang fisik seseorang, bullying juga berlaku untuk mereka yang dikucilkan dari lingkungan sosialnya. Memang tidak disertai kekerasan pada tubuh, namun korban merasa terisolasi dan sendiri. Tindakan ini membuatnya terpaksa harus jauh dari orang – orang, sehingga mereka bahkan susah berinteraksi dan membaur dengan lainnya.
Ketakutan untuk membaur juga sering terjadi karena pelaku penindasan cenderung lebih kuat di lingkungan sosialnya. Ada berbagai macam ciri dari penindasan jenis ini yang perlu diketahui, yakni: